Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan.

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai
Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah.

"Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang disampaikan kepada para pemuda yang hadir.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai kemajuan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Rudolf Rumbino, ST, MT, juga menambahkan bahwa pemuda harus semangat dan aktif dalam berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

"Kami berharap pemuda dapat menjadi agen perubahan yang positif, tidak hanya untuk Kabupaten Yahukimo, tetapi juga untuk Provinsi Papua Pegunungan dan Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi para tokoh untuk melihat langsung keindahan Taman Doa Mato Pay, yang dianggap sebagai salah satu tempat kudus yang istimewa. Taman ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kerukunan antar umat beragama di daerah tersebut.

Obeth Hugi, sebagai Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo, menyambut positif kunjungan ini. "Kami sangat menghargai kunjungan para tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua. Pesan yang disampaikan sangat inspiratif dan menjadi motivasi bagi kami para pemuda untuk lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pembangunan daerah," ujarnya.

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi para pemuda untuk berfoto bersama dengan para tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua. Foto bersama ini menjadi simbol persatuan dan kerukunan antar umat beragama, serta komitmen bersama untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di Provinsi Papua. Dengan adanya tempat-tempat kudus seperti Taman Doa Mato Pay, diharapkan dapat menjadi pusat-pusat kerukunan dan persatuan, serta menjadi simbol perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi para tokoh untuk melihat langsung kondisi dan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Yahukimo. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Dengan pesan-pesan inspiratif yang disampaikan, diharapkan para pemuda dapat menjadi agen perubahan yang positif, tidak hanya untuk Kabupaten Yahukimo, tetapi juga untuk Provinsi Papua Pegunungan dan Indonesia secara keseluruhan. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan rukun.(*)

Cari Blog Ini

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei