Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan.

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu
Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd

SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan;

sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala.

Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam,

berlari bebas di atas tanah yang subur,

menatap langit luas dengan mata yang berbinar.

Namun, tidak semua sempat menyentuh

lembar demi lembar ilmu pengetahuan.

Hari berganti minggu,

minggu beranjak menjadi tahun.

Ruang-ruang belajar tetap membisu,

setia menanti kehadiran suara seorang guru.

Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan,

dan cita-cita perlahan memudar

karena kesempatan tak kunjung tiba.

Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia.

Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi,

melainkan karena waktu terus berpacu,

sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang.

Api harapan yang dahulu menyala,

kini perlahan redup ditelan keadaan.

Siapa yang harus disalahkan?

Pertanyaan itu terus bergema,

memantul di antara lembah dan hutan belantara Samenage.

Ini bukan tentang mencari kambing hitam,

melainkan tentang menggugah nurani kita bersama: bahwa di sini, masih ada anak-anak bangsa

yang hak-haknya menanti untuk dipenuhi.

Wahai para pendidik, sesekali, arahkan pandanganmu ke kampung-kampung pedalaman.

Lihatlah mata-mata kecil itu,

yang masih menyimpan impian sebesar cakrawala.

Dengarkan suara mereka yang merintih pelan; mereka ingin membaca, menulis, dan belajar, meski hidup dalam segala keterbatasan.

Sebab pendidikan bukan hanya hak milik kota, bukan pula milik mereka yang mudah menjangkaunya.

Pendidikan adalah hak setiap anak,

di mana pun mereka ditakdirkan lahir - termasuk di Samenage,

yang hingga detik ini masih menanti

cahaya ilmu menerangi setiap langkah generasinya.

Semoga suatu hari nanti, Samenage tidak lagi dikenal karena ketertinggalannya,

melainkan karena lahirnya generasi-generasi cerdas yang bangkit untuk mengubah masa depan tanah kelahirannya sendiri.

Hingga hari itu tiba,

suara dari pedalaman ini akan terus bergema:

"Kami tidak meminta belas kasihan. Kami hanya meminta kesempatan untuk belajar."(*)

Penulis: Aten Momiage, S.Pd.

Pemuda Samenage

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei