Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Anggota DPRD Nduga Leri Gwijangge Soroti Nasib Pengungsi di Hari Pengungsi

Memperingati Hari Pengungsi Sedunia, Anggota DPRD Kabupaten Nduga, Leri Gwijangge, menyampaikan kondisi dan jumlah pengungsi asal Nduga yang telah hidup dalam pengungsian sejak 2 Desember 2018.

Anggota DPRD Nduga Leri Gwijangge Soroti Nasib Pengungsi di Hari Pengungsi
Tercatat sebanyak 10.272 jiwa pengungsi Nduga kini berada di Wamena dan Kwiyawagi, sementara total pengungsi internal di seluruh dunia.(Foto.Akia Wenda)

WAMENA - Hal itu disampaikan Leri Gwijangge dalam momentum peringatan Hari Pengungsi Internasional, 20 Juni 2026. Ia mengatakan, pengungsi Nduga tersebar di delapan kabupaten/kota dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Jayawijaya sebagai kabupaten induk.

“Selamat Hari Pengungsi Sedunia bagi masyarakat yang terdampak konflik bersenjata di Kabupaten Nduga dan kabupaten-kabupaten lain di Tanah Papua. Sejak 2 Desember 2018 hingga kini, masyarakat saya, keluarga saya, orang tua, saudara-saudara, anak-anak, masih hidup dalam pengungsian,” ujar Leri Gwijangge, anggota DPRD Nduga dari Partai Perindo.

Dalam pernyataannya, Leri menegaskan bahwa penanganan pemerintah terhadap pengungsi belum serius, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Mereka hidup sangat susah, banyak yang meninggal di tempat pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, orang tua tidak diurus dengan baik. Pemerintah hanya memberi bantuan sembako dari tahun ke tahun, tetapi tidak pernah berpikir solusi permanen agar mereka bisa kembali ke kampung halaman,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa pemerintah daerah maupun provinsi tidak memiliki data akurat dan tidak melakukan pendataan secara baik.

“Kesehatan anak-anak dan ibu-ibu tidak diurus, pendidikan mereka tidak diperhatikan. Pemerintah hanya sekadar memberi bantuan sembako, tetapi tidak pernah berpikir bagaimana mengembalikan mereka ke tempat tinggal agar bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Leri juga mengkritisi pernyataan pemerintah provinsi yang menyebut masyarakat enggan kembali karena anak-anak sudah bersekolah di tempat pengungsian.

“Itu bukan alasan. Pemerintah wajib mencari jalan agar masyarakat bisa kembali. Kabupaten dan provinsi ada karena ada masyarakat. Kalau masyarakat terus keluar, akar Kabupaten Nduga bisa hilang,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk menangani masalah pengungsi.

“Kabupaten dan provinsi ada karena ada manusia. Pemerintah harus melihat persoalan pengungsi yang terus meningkat sejak 2018. Sampai hari ini tidak terurus dengan baik. Angka kematian sangat tinggi di tempat pengungsian, banyak anak-anak, bayi, balita, ibu-ibu, dan orang tua meninggal,” ungkapnya.

Dalam momentum Hari Pengungsi Sedunia, Leri meminta pemerintah daerah Nduga dan Papua Pegunungan untuk serius menangani nasib pengungsi.

“Bangunan fisik boleh megah, tetapi kalau manusianya tidak diurus, anggaran itu tidak bermanfaat. Banyak distrik kosong, masyarakat harus dikembalikan. Pelayanan selama ini hanya bantuan sembako jangka pendek, tidak pernah berpikir jangka panjang,” katanya.

Ia juga menyoroti penggunaan anggaran Otsus yang seharusnya diprioritaskan untuk manusia.

“Anggaran Otsus harus dipakai untuk mengatasi nasib pengungsi. Presiden, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Pertahanan perlu mengevaluasi penanganan konflik di Papua, khususnya Nduga. Mobilisasi militer harus dikaji apakah menolong masyarakat sipil atau justru menambah trauma,” tegasnya.

Menurut Leri, usia pengungsian masyarakat Nduga kini sudah mencapai 7 tahun 6 bulan, dan akan genap 8 tahun pada Desember 2026.

“Kasihan, sudah hampir delapan tahun masyarakat Nduga terlantar. Banyak yang meninggal, tetapi pemerintah menutup mata. Ini harus dipikirkan dengan serius. Jangan sampai akar Kabupaten Nduga hilang karena masyarakatnya keluar semua,” pungkasnya.

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei