BREAKING NEWS: Banjir Bandang Melanda Yahukimo, Warga Dekai Mengungsi
Banjir bandang yang melanda Dekai, Yahukimo, Papua, Rabu (10/6/2026) menyebabkan ratusan rumah warga terendam. Peristiwa ini merupakan yang keempat kalinya terjadi dalam 20 tahun terakhir, menurut keterangan warga setempat. "Kami sudah sering mengalami banjir, tapi belum ada solusi dari pemerintah," ujar salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya.
| Inilah Tampak Suasana Banjir Bandang kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. (List) |
YAHUKIMO - Warga yang terdampak banjir bandang di Dekai, Yahukimo, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka membutuhkan bantuan darurat, seperti makanan, selimut, dan obat-obatan. "Kami sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait, tapi belum ada tanggapan," kata warga lainnya, yang juga meminta anonimitas.
Ketua RT setempat, Markus Wenda, mengatakan bahwa banjir bandang kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. "Air banjir masuk ke rumah-rumah warga, merusak perabotan dan barang-barang berharga," ujarnya. Ia berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga yang terdampak.
Banjir bandang di Dekai, Yahukimo, diduga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang tidak memadai. "Kami sudah sering meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem drainase, tapi belum ada realisasi," kata Sekertaris Kelurahan Dekai, Yohanis Wenda.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa curah hujan di Yahukimo pada bulan Juni 2026 mencapai 300 mm, melebihi rata-rata normal. Hal ini memperburuk kondisi drainase yang sudah tidak memadai, sehingga menyebabkan banjir bandang.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, belum memberikan pernyataan resmi terkait banjir bandang di Dekai. Namun, Wakil Bupati Yahukimo, Marthen Koten, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan segera turun tangan membantu warga yang terdampak. "Kami akan koordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan darurat," ujarnya.
Peristiwa banjir bandang di Dekai, Yahukimo, memperlihatkan ketimpangan pembangunan di daerah tersebut. Meskipun Dekai merupakan ibu kota kabupaten, namun infrastruktur dasar seperti sistem drainase masih belum memadai. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah banjir bandang terjadi lagi di masa depan.
Posting Komentar