GMNI Sumut Dorong Kolaborasi Masyarakat dan Aparat Berantas Begal dan Premanisme
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas strategi memberantas begal dan premanisme, Senin (8/7).
| GMNI Sumut Dorong Kolaborasi Masyarakat dan Aparat Berantas Begal dan Premanisme |
Sumut - Ketua DPD GMNI Sumut, Michael Situmeang, menyatakan bahwa FGD ini merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa ruang publik bebas dari aksi begal dan premanisme, dan ini adalah tanggung jawab bersama," ujarnya. Situmeang juga menekankan bahwa GMNI Sumut mendukung penuh tindakan tegas aparat kepolisian terhadap pelaku kriminal, terutama begal, dengan prinsip keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.
Dalam FGD tersebut, GMNI Sumut tidak hanya membahas strategi penindakan, tetapi juga fokus pada pencegahan. Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum, Berry Sitohang, menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan ini ingin terlibat aktif dalam memberantas kriminalitas dan premanisme. "Kami akan merumuskan rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil FGD ini untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum," kata Sitohang.
GMNI Sumut percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan aparat adalah kunci dalam menjaga keamanan. Kristianus Dachi, Wakil Ketua Bidang Organisasi, menyoroti faktor lingkungan sosial dan ekonomi sebagai pemicu tindak kriminal. "Kami ingin memberikan penyadaran kepada pelaku bahwa ada cara positif untuk mencari jati diri selain melalui tindakan kriminal," tambahnya.
FGD ini menjadi langkah awal GMNI Sumut dalam kontribusinya menjaga ketertiban masyarakat. Organisasi ini berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan memberikan dukungan moral dalam memberantas kriminalitas. Dengan melibatkan berbagai pihak, GMNI Sumut optimis dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat Sumut.
Selain itu, GMNI Sumut juga berencana untuk turun langsung ke masyarakat, mengedukasi dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga keamanan bersama. Langkah ini diharapkan dapat mencegah aksi begal dan premanisme, serta menciptakan budaya saling mengawasi dan menjaga ketertiban.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap keselamatan rakyat, GMNI Sumut berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam memberantas kriminalitas jalanan. FGD ini menjadi awal dari serangkaian tindakan nyata dalam menciptakan Sumut yang lebih aman dan damai.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam ikut serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. GMNI Sumut percaya bahwa dengan sinergi yang kuat, aksi begal dan premanisme dapat ditekan, dan masyarakat dapat merasa lebih aman dalam beraktivitas sehari-hari.
Posting Komentar