Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Kepala Suku Isak Yalak Serahkan Bantuan PHK kepada Masyarakat Yahukimo

Kepala Suku Isak Salak secara simbolis menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PHK) kepada Kepala Distrik Dekai Kota, mewakili 12 kepala suku, 51 distrik, dan 510 desa di Kabupaten Yahukimo. Bantuan ini berupa beras dan uang tunai, yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kepala Suku Isak Yalak Serahkan Bantuan PHK kepada Masyarakat Yahukimo
Foto menunjukkan Kepala Suku Isak Salak dan Kepala Kantor Pos sebelum menyerahkan bantuan kepada Kepala Distrik Dekai Kota. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Yahukimo, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. (Foto.Natan sama/Samenage Times)

DEKAI - "Kami baru kemarin menerima bantuan beras, dan hari ini uang tunai," ujar Kepala Suku Isak Salak.

"Saya ingin sampaikan, selama ini bantuan hanya dirasakan oleh masyarakat di kota, sedangkan di kampung tidak pernah merasakan."

Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun, masyarakat Yahukimo menerima bantuan bansos dan PHK, dan mereka berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah. Namun, Kepala Suku Isak Salak juga menyampaikan keluhan masyarakat mengenai ketidakmerataan distribusi bantuan.

"Saya yang jadi 'Milioner' di sini untuk menyerahkan bantuan atas nama masyarakat, tetapi masyarakat lain tidak merasakan sesuai harapan kami," katanya.

Kepala Suku Isak Salak meminta pendamping dan PKSK (Pendamping Keluarga Sejahtera dan Keluarga) untuk membuat laporan dan data yang akurat. "Jangan hanya data yang ada itu-itu saja yang dapat, kalau ke depan harus yang tidak dapat juga bisa dapat," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Yahukimo adalah salah satu daerah termiskin di Provinsi Papua Pegunungan, sehingga pendamping harus bekerja lebih keras untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

"Saya rasa data tidak dibuat sesuai," kata Kepala Suku Isak Salak. "Satu hal lagi, khusus untuk pendamping, jangan lagi potong-potong dari kepala distrik dan pendamping distrik."

Tentunya menerima laporan dari masyarakat bahwa terdapat praktik pemotongan bantuan oleh pendamping, padahal mereka sudah memiliki SK dan dibayar oleh negara.

Kepala Suku Isak Salak secara tegas menyatakan bahwa dana bantuan tidak boleh dipotong oleh kepala distrik dan pendamping distrik. "Hari ini, jumlah penerima manfaat ini langsung diserahkan kepada masyarakat Yahukimo," katanya.

"Masyarakat selalu mengeluh karena pendamping selalu potong-potong, padahal pendamping punya SK dan dibayar oleh negara."

Bantuan PHK dan bansos ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Yahukimo, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Kabupaten Yahukimo sendiri merupakan salah satu daerah tertinggal di Indonesia, dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah.

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Yahukimo melalui berbagai program bantuan, termasuk PHK dan bansos. Namun, masih terdapat tantangan dalam memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan merata. Kepala Suku Isak Salak berharap agar pendamping dan PKSK dapat bekerja lebih profesional dan transparan dalam mengelola bantuan.

Masyarakat Yahukimo juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mengawasi distribusi bantuan, agar tidak terjadi praktik penyelewengan atau pemotongan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat, diharapkan bantuan PHK dan bansos dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Yahukimo.

Kabupaten Yahukimo memiliki luas wilayah sekitar 16.642 km², dengan populasi sekitar 300.000 jiwa. Masyarakat Yahukimo mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, dengan komoditas utama seperti ubi jalar, jagung, dan ternak babi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas di Yahukimo, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Penulis: Natan Sama

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei