Kunjungan Kerja PSSI dan Dispora Tolikara ke SSB Tolikara untuk Dukung Pembinaan
Pengurus PSSI Kabupaten Tolikara bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Tolikara di Lapangan Merah Putih Karubaga, Selasa (9/6/2020).
| Usai foto bersama kerua PSSI dan Dispora Tolikara ke SSB Tolikara untuk Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia. List |
TOLIKARA - Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang terdiri dari pengurus PSSI dan Dispora Tolikara disambut oleh seluruh tim, pelatih, dan pengurus SSB Tolikara. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tolikara, Jundi Wanimbo, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan pengurus SSB yang telah mendidik dan melatih anak-anak usia dini, mulai dari usia 6 hingga 14 tahun, serta kelompok usia 15 tahun ke atas.
Menurut Jundi Wanimbo, pembinaan sepak bola usia dini sangat penting untuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif. "Di tengah berbagai tantangan seperti penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, sepak bola menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter, disiplin, dan mengembangkan bakat olahraga sejak dini," ujarnya.
Beliau juga berharap pembinaan yang dilakukan melalui SSB dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tolikara di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, Jundi Wanimbo menyampaikan harapannya agar Lapangan Merah Putih Karubaga dapat terus direnovasi dan dikembangkan, termasuk pembangunan tribun penonton dan pagar stadion.
Ketua PSSI Kabupaten Tolikara, Anthon Gurik, A.Md.Sos, juga mengapresiasi dukungan Dispora Tolikara dalam pembinaan sepak bola usia dini. "Kami berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana latihan, seperti bola, perlengkapan kiper, dan kebutuhan olahraga lainnya," kata Anthon Gurik.
Anthon Gurik juga menyampaikan harapannya agar para pelatih yang memiliki lisensi D dapat ditingkatkan ke jenjang lisensi yang lebih tinggi. "Bagi pelatih yang belum memiliki lisensi, kami berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan memperoleh lisensi kepelatihan resmi," tambahnya.
Dalam konteks yang lebih luas, pembinaan sepak bola usia dini di Tolikara juga terkait dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya pembinaan yang baik, diharapkan dapat muncul atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Selain itu, pengembangan fasilitas olahraga seperti Lapangan Merah Putih Karubaga juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. "Kami berharap lapangan ini dapat menjadi pusat pembinaan sepak bola usia dini yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Tolikara," ujar Jundi Wanimbo.
Di akhir kunjungan, Anthon Gurik menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Dispora, para pelatih, pengurus SSB, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan sepak bola usia dini di Kabupaten Tolikara. "Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut demi kemajuan sepak bola dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Tolikara," pungkasnya.
Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi momentum untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen PSSI dan Dispora Tolikara dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pembinaan sepak bola usia dini di Tolikara dapat terus berkembang dan menghasilkan atlet-atlet berbakat.
Latar belakang pembinaan sepak bola usia dini di Tolikara juga tidak lepas dari upaya untuk mengurangi perilaku negatif di kalangan remaja. Melalui kegiatan olahraga, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan perilaku negatif lainnya.
Dengan adanya SSB Tolikara, anak-anak dan remaja di Kabupaten Tolikara memiliki wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam bidang olahraga sepak bola. Pembinaan yang baik dan berkelanjutan diharapkan dapat menghasilkan atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tolikara di kancah nasional.
Posting Komentar