Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Partai Buruh Papua Tengah Desak Presiden Selesaikan PHK 8.300 Buruh Freeport

Nabire, 27 Juni 2026 – Exco Partai Buruh Papua Tengah secara resmi mendukung langkah Pansus DPRK Mimika yang melakukan audiensi dengan Said Iqbal, Presiden Partai Buruh, untuk memperjuangkan nasib 8.300 buruh PT Freeport Indonesia yang menjadi korban PHK sepihak sejak 2017. Langkah ini diharapkan dapat menjadi titik terang bagi ribuan keluarga buruh yang selama delapan tahun terakhir hidup dalam ketidakpastian.

Partai Buruh Papua Tengah Desak Presiden Selesaikan PHK 8.300 Buruh Freeport
Saat rapat pimpinan Partai Buruh Papua Tengah Desak Presiden Selesaikan PHK 8.300 Buruh Freeport.(Jeri Degei/Samenage Times

PAPUA TENGAH - Ketua Exco Papua Tengah, Hanok Herison Pigai, mengapresiasi audiensi tersebut sebagai langkah krusial dalam upaya mengakhiri penderitaan para buruh.

"Ini adalah momen penting untuk memastikan hak-hak ribuan buruh yang diabaikan selama delapan tahun terakhir," ujarnya.

Hanok menegaskan bahwa kasus PHK masal ini telah menjadi luka mendalam bagi masyarakat Papua, terutama bagi keluarga buruh yang terdampak.

Hanok mendesak Said Iqbal untuk membawa kasus ini langsung ke Presiden RI.

"Perlu ada intervensi langsung dari Presiden agar PT Freeport Indonesia patuh pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Kasus ini sudah terlalu lama mengambang tanpa solusi yang jelas," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat harus mengambil peran aktif dalam menyelesaikan masalah ini.

PHK masal yang terjadi pada 2017 dianggap sebagai "tinta merah pelanggaran HAM" oleh Hanok. Dampaknya sangat luas, mulai dari buruh yang sakit dan meninggal dunia hingga anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena hilangnya sumber penghasilan keluarga.

"Ini bukan hanya masalah ketenagakerjaan, tetapi juga masalah kemanusiaan yang harus segera diselesaikan," tambahnya.

Hanok menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia tidak boleh lepas tangan dari tanggung jawab ini. "Kami akan terus mengawal kasus ini sampai keadilan benar-benar ditegakkan. Ribuan buruh dan keluarga mereka berhak mendapatkan hak yang seharusnya," pungkasnya.

Ia juga menyerukan agar seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah dan perusahaan, duduk bersama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Kasus PHK sepihak ini bermula pada 2017 saat PT Freeport Indonesia memberhentikan ribuan buruh dengan alasan efisiensi. Namun, para buruh menilai PHK tersebut dilakukan secara sepihak tanpa memperhatikan hak-hak mereka. Sejak itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperjuangkan hak buruh, termasuk melalui jalur hukum dan advokasi, namun belum membuahkan hasil signifikan.

Latar belakang PT Freeport Indonesia sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia yang beroperasi di Papua menambah kompleksitas kasus ini. Perusahaan ini telah lama menjadi sumber pendapatan utama bagi daerah, namun juga sering dikritik atas isu-isu lingkungan dan ketenagakerjaan. Kasus PHK masal ini menjadi salah satu titik kritis dalam hubungan antara perusahaan, buruh, dan pemerintah.

Dengan desakan dari Partai Buruh Papua Tengah dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kasus ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Hanok Herison Pigai menyatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang hingga hak-hak 8.300 buruh Freeport terpenuhi.

"Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar terwujud," tegasnya.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei