Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Program Puncak Cerdas 2026: Langkah Nyata Pemkab Puncak Bangun SDM Papua

Arinus Wamang Apresiasi Program Beasiswa kepada pemerintah kabupaten puncak jaya.(dok.pribadi)


PUNCAK JAYA — Krisis pendidikan di Kabupaten Puncak, Papua, telah berlangsung selama satu dekade. Banyak anak-anak tidak mendapatkan akses pendidikan layak karena fasilitas sekolah dan sarana pendukung dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab. Akibatnya, mereka mengungsi ke daerah lain seperti Timika, Nabire, dan Jayapura untuk mencari tempat belajar. Kondisi ini menjadi latar belakang diluncurkannya Program Beasiswa Puncak Cerdas 2026 oleh Pemkab Puncak.

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,” kata Nelson Mandela, kutipan yang menjadi semangat program ini. Arinus Wamang, S.H., M.H., penulis dan lulusan S2 Magister Hukum, menilai program ini sebagai terobosan baru dalam membangun SDM Papua.

“Ini kesempatan emas bagi generasi Puncak untuk bersaing di dunia pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Program Puncak Cerdas 2026 memberikan beasiswa penuh kepada 317 siswa untuk kuliah di luar Papua. Menurut Arinus, ini adalah langkah strategis Pemkab Puncak dalam menentukan skala prioritas pembangunan SDM untuk 10-20 tahun ke depan.

“Dengan pendidikan yang berkualitas, generasi Puncak bisa menjadi tuan di atas negeri sendiri,” tambahnya.

Kolaborasi antara Pemkab Puncak dan Yayasan Binterbusih menjadi kunci keberhasilan program ini. Yayasan Binterbusih, yang telah mengabdi selama lebih dari 50 tahun di Papua, memiliki misi besar untuk membekali generasi Papua dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Puncak yang telah membuka hati untuk bermitra dengan Yayasan Binterbusih,” kata Arinus.

Pembinaan yang diberikan Yayasan Binterbusih mencakup edukasi kepemimpinan, spiritualitas, pemetaan akademik, dan keterampilan teknis. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungan kampus.

“Kami harap kerja sama ini dapat berlanjut untuk menciptakan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Arinus.

Program Puncak Cerdas 2026 juga sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara atas pendidikan. Pemerintah wajib menyelenggarakan dan membiayai pendidikan dasar, serta memastikan setiap warga negara dapat mengaksesnya. Melalui program ini, Pemkab Puncak menunjukkan komitmennya untuk memenuhi hak konstitusional tersebut.

Dengan diluncurkannya program ini, Pemkab Puncak tidak hanya menjawab krisis pendidikan yang terjadi selama 10 tahun, tetapi juga membuka peluang emas bagi generasi muda Papua. Harapan besar disematkan pada 317 siswa yang akan kuliah di luar Papua.

“Semoga mereka dapat meraih hasil luar biasa dan menjadi agen perubahan di masa depan,” tutup Arinus.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei