Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Solidaritas untuk Pengungsi Papua: Memperingati Hari Pengungsi Sedunia

Jayawijaya, 20 Juni 2026 - Dalam peringatan Hari Pengungsi Sedunia, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyampaikan solidaritas dan penghormatan kepada jutaan pengungsi di seluruh dunia, termasuk masyarakat Papua yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya akibat konflik bersenjata dan kekerasan. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup aman dan bermartabat.

Solidaritas untuk Pengungsi Papua: Memperingati Hari Pengungsi Sedunia
Melindungi Martabat, Hak, dan Masa Depan Pengungsi serta Warga yang Mengungsi Akibat Konflik

JAYAWIJAYA - Theo Hesegem, Direktur Eksekutif YKKMP, menyatakan bahwa situasi pengungsian di Papua yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan yang lebih serius.

"Banyak warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan, layanan kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal yang layak," ujarnya.

Di Papua, konflik yang berkepanjangan telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Mereka hidup dalam kondisi pengungsian yang tidak pasti, dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar. Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan, terutama bagi kelompok rentan.

YKKMP mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar pengungsi, termasuk pangan, kesehatan, pendidikan, air bersih, dan tempat tinggal.

"Aparat keamanan dan semua pihak yang terlibat dalam konflik harus menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dan memberikan perlindungan kepada warga sipil," tegas Hesegem.

Lembaga kemanusiaan nasional dan internasional juga diminta untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi pengungsi Papua. Pendataan akurat terhadap jumlah pengungsi, kondisi kesehatan, dan kebutuhan khusus perempuan dan anak menjadi hal yang mendesak.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Pengungsi bukanlah sekadar angka, melainkan manusia dengan hak, harapan, dan masa depan yang harus dihormati," imbau Hesegem.

Perlindungan terhadap pengungsi adalah tanggung jawab bersama, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

Peringatan Hari Pengungsi Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam memberikan solusi berkelanjutan bagi pengungsi Papua. YKKMP berharap pemerintah dan pemangku kepentingan dapat bekerja sama menciptakan kondisi aman agar pengungsi dapat kembali ke kampung halamannya secara sukarela dan bermartabat.

"Melindungi Pengungsi, Menjaga Kemanusiaan" menjadi tema utama dalam peringatan ini, menegaskan pentingnya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak pengungsi sebagai bagian dari kemanusiaan yang utuh.

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei