Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

DPR Papua Pegunungan Bantah Pernyataan Pemerintah Soal APBD dan Hak Dewan

DPR Papua Pegunungan menilai pernyataan Pemerintah Daerah terkait penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan pembayaran hak-hak dewan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Hal ini disampaikan oleh Fransina Daby, Anggota DPR Papua Pegunungan Fraksi Partai Demokrat, menanggapi pernyataan sejumlah pejabat daerah. Menurutnya, APBD disusun oleh Pemerintah, bukan oleh DPR, kecuali dalam pembahasan.

DPR Papua Pegunungan Bantah Pernyataan Pemerintah Soal APBD dan Hak Dewan
DPR Papua Pegunungan Bantah Pernyataan Pemerintah Soal APBD dan Hak Dewan

PAPUA PEGUNUNGAN,SAMENAGE.TIMES.ID - Fransina Daby menegaskan bahwa DPR tidak pernah terlibat dalam penyusunan APBD, melainkan hanya ikut membahas.

"Kami tidak pernah susun APBD dengan mereka, kecuali hanya ikut membahas. APBD itu mereka yang susun sendiri, tidak pernah libatkan DPR. Tuduhan bahwa kita susun bersama itu tipu," jelasnya. Ia juga menyoroti pembayaran hak-hak DPR yang tidak berjalan sesuai mekanisme rapat Banmus.

Dalam hal pembayaran hak-hak dewan, Fransina mengungkapkan bahwa pembayaran tidak pernah berjalan sesuai dengan rapat Banmus.

"Untuk hak-hak dewan juga tidak pernah berjalan sesuai rapat Banmus. Hak-hak dewan hanya dibayar tiga atau empat bulan sekali, itu pun dicicil. Jadi semua yang mereka sampaikan tidak sesuai fakta di DPR," tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa DPR hanya berperan dalam pembahasan, bukan penyusunan APBD.

Latar belakang permasalahan ini bermula dari pernyataan sejumlah pejabat daerah yang menuduh DPR terlibat dalam penyusunan APBD. Namun, menurut Fransina, hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Ia meminta agar kinerja Sekretariat Dewan (Sekwan), bagian Keuangan, serta Dinas PU segera diaudit.

"Ini sudah bicara tidak sesuai dengan yang terjadi, maka perlu diaudit," tegasnya.

Papua Pegunungan sendiri merupakan provinsi baru yang terbentuk pada tahun 2022, hasil pemekaran dari Provinsi Papua. Sebagai provinsi baru, penyusunan APBD menjadi hal yang krusial dalam pembangunan daerah. Namun, permasalahan yang terjadi antara DPR dan Pemerintah Daerah ini dapat menghambat proses pembangunan jika tidak segera diselesaikan.

Dalam konteks nasional, permasalahan APBD seringkali menjadi sorotan publik. Penyusunan APBD yang tidak transparan dan akuntabel dapat menyebabkan penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, penting bagi Pemerintah Daerah dan DPR untuk bekerja sama dalam penyusunan APBD yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Daerah Papua Pegunungan belum memberikan pernyataan resmi. Namun, masyarakat mengharapkan agar permasalahan ini segera diselesaikan melalui dialog yang konstruktif antara DPR dan Pemerintah Daerah. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan di Papua Pegunungan tidak terhambat dan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Selain itu, peran media dalam mengawasi penyusunan APBD juga sangat penting. Media dapat menjadi jembatan antara Pemerintah Daerah, DPR, dan masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran.

Dengan demikian, penyusunan APBD dapat berjalan transparan dan akuntabel, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan.(*)

Penulis: Akia Wenda

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei