Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Intelektual Kapiraya Apresiasi Pemkab Deiyai Salurkan 48 Ekor Babi

Penyaluran 48 ekor ternak babi oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Ketahanan Pangan mendapat apresiasi dari intelektual asal Distrik Kapiraya, Yustinus Badokapa. Ia menilai bantuan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Intelektual Kapiraya Apresiasi Pemkab Deiyai Salurkan 48 Ekor Babi
Intelektual Kapiraya Apresiasi Pemkab Deiyai Salurkan 48 Ekor Babi

KAPIRAYA - Bantuan ternak babi ini disalurkan kepada warga Kapiraya sebagai bagian dari program pengembangan pangan lokal yang selama ini menjadi fokus Pemkab Deiyai. Pemerintah daerah menilai bahwa penguatan sektor peternakan, khususnya ternak babi yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Papua, dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Yustinus Badokapa, sebagai salah satu tokoh intelektual Kapiraya, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayahnya patut diapresiasi. Menurutnya, penyaluran bantuan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kapiraya selama ini sangat bergantung pada ternak babi sebagai aset budaya dan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Dinas Ketahanan Pangan atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Deiyai, khususnya masyarakat Kapiraya,” ujar Yustinus Badokapa.

Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

Selain itu, Yustinus menilai bahwa program seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat Kapiraya membutuhkan dukungan yang konsisten agar mampu membangun kemandirian pangan. Ia juga mendorong agar pemerintah melakukan pendampingan teknis kepada penerima bantuan, termasuk pelatihan pengelolaan ternak dan pencegahan penyakit.

Di sisi lain, penyaluran bantuan ternak babi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan di Papua Tengah. Ternak babi merupakan komoditas penting yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial budaya yang kuat bagi masyarakat adat. Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.

Program bantuan ternak babi sebelumnya telah dilakukan di beberapa distrik lain di Deiyai dan dinilai berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas jangkauan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata. Penyaluran di Kapiraya menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh wilayah mendapatkan dukungan yang sama.

Yustinus Badokapa menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah terus hadir dalam setiap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun kesejahteraan di Kapiraya. Bantuan ternak babi ini, menurutnya, adalah bukti bahwa perhatian tersebut masih berjalan dan harus terus ditingkatkan.

Penulis: Jeri Degei

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei