Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Kapiraya Darurat: Intelektual Desak Pemprov Papua Tengah Bertindak Nyata!

Mama Selpina Dimi menjadi korban kekerasan, sementara sisa rumah warga di Kampung Mogodagi kembali dibakar. Peristiwa ini memperpanjang deretan insiden yang membuat warga Kampung Yamouwitina dan Mogodagi masih mengungsi, trauma, dan kehilangan tempat tinggal. Intelektual Kapiraya mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta pemerintah kabupaten terkait untuk mengambil langkah nyata menyelesaikan konflik, memastikan penegakan hukum yang adil, dan memulihkan kehidupan masyarakat.

Kapiraya Darurat: Intelektual Desak Pemprov Papua Tengah Bertindak Nyata!
Agusten Yuppy Intelektual asal Kapiraya.(Dok. Pribadi )

KAPIRAYA - Situasi keamanan di Kapiraya semakin memprihatinkan. Tindak kekerasan dan pembakaran yang berulang kali terjadi menunjukkan bahwa konflik ini belum terkendali.

"Kami mendesak pemerintah untuk tidak lagi membiarkan konflik ini tanpa penyelesaian nyata," tegas perwakilan Intelektual Kapiraya dalam pernyataan resmi mereka.

"Mama Selpina Dimi menjadi korban kekerasan terbaru, sementara rumah-rumah warga terus dibakar. Ini bukti bahwa aparat keamanan yang ditempatkan di Kapiraya belum mampu memberikan rasa aman," lanjut mereka. Pertanyaan besar muncul terkait efektivitas pengamanan dan pencegahan yang dilakukan oleh aparat.

Warga Kampung Yamouwitina dan Mogodagi hingga kini masih mengungsi. Trauma akibat kekerasan dan kehilangan tempat tinggal menjadi beban berat bagi mereka.

"Rumah-rumah warga dibakar, harta benda hilang, dan mereka tidak tahu kapan bisa kembali ke kampung halaman," ujar perwakilan Intelektual Kapiraya.

Intelektual Kapiraya menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan keamanan. "

Akar persoalan harus diselesaikan secara adil dan berkelanjutan. Tanpa itu, potensi konflik akan tetap ada," kata mereka.

Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menjadi koordinator utama dalam menyelesaikan konflik ini.

"Pemprov harus memfasilitasi dialog dan memastikan penyelesaian konflik berjalan secara adil, damai, dan bermartabat," tegas mereka.

Tim Harmonisasi yang telah dibentuk oleh pemerintah kabupaten dan provinsi diminta untuk bekerja secara efektif.

"Tim ini tidak boleh hanya menjadi formalitas. Mereka harus menghasilkan keputusan nyata yang memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat," kata Intelektual Kapiraya.

Salah satu langkah yang diprioritaskan adalah penegasan batas tanah adat.

"Kepastian batas tanah adat adalah solusi penting untuk mencegah konflik serupa di masa depan," ujar mereka.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga diminta untuk memberikan perhatian khusus kepada pengungsi.

"Pemerintah harus menjamin keamanan, memfasilitasi kepulangan pengungsi, dan membangun kembali rumah-rumah yang rusak," kata Intelektual Kapiraya.

Polda Papua Tengah diminta untuk mengevaluasi kinerja personel Polres Mimika yang bertugas di Kapiraya.

"Aparat harus menjalankan fungsi perlindungan dan penegakan hukum secara profesional," tegas mereka.

Setiap laporan kekerasan dan pembakaran harus diusut secara transparan.

"Penegakan hukum yang adil adalah syarat utama untuk memulihkan kepercayaan masyarakat," kata Intelektual Kapiraya.

"Konflik Kapiraya tidak boleh diwariskan kepada generasi berikutnya. Sudah cukup masyarakat hidup dalam ketakutan dan kehilangan. Negara harus hadir dengan tindakan nyata," pungkas mereka.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei