Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Mahasiswa UNAMIN Sorong Tuntut Pembenahan LPM Honai

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menilai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Honai mengalamikevakuman. Mereka menilai berbagai program kerja organisasi tidak lagi berjalan aktif sebagaimana yang diharapkan. Kondisi ini dinilai mencerminkan kurang optimalnya kepemimpinan Ketua LPM Honai dalam menjalankan amanah organisasi.

Mahasiswa UNAMIN Sorong Tuntut Pembenahan LPM Honai
Mahasiswa UNAMIN Sorong Tuntut Pembenahan LPM Honai

SORONG - Mahasiswa menilai sejumlah program seperti pelatihan jurnalistik, peliputan kegiatan kampus, penerbitan karya jurnalistik, hingga pengembangan kapasitas anggota tidak berjalan secara aktif. Hal ini membuat fungsi LPM sebagai wadah pembinaan dan pengembangan jurnalisme mahasiswa dianggap belum optimal. LPM seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menulis berita, melakukan peliputan, mengasah kemampuan fotografi dan videografi, serta menyampaikan informasi dan aspirasi civitas akademika secara profesional dan berimbang.

"Mahasiswa meminta pengurus memberikan penjelasan terkait kondisi organisasi, termasuk pelaksanaan program kerja dan aktivitas yang selama ini dinilai tidak berjalan," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya, Jumat (17/7/2026).

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa berharap kepengurusan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi agar program-program jurnalistik dapat kembali dijalankan sesuai tujuan pembentukan LPM.

LPM Honai sendiri memiliki fungsi sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang jurnalistik, seperti menulis, meliput, mewawancarai, mengedit, dan fotografi. Selain itu, LPM Honai juga bertujuan untuk menyediakan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi civitas akademika, serta menjadi media penyampai aspirasi mahasiswa secara independen dan bertanggung jawab.

Mahasiswa juga berharap komunikasi antara pengurus dan anggota dapat diperkuat agar kepercayaan terhadap organisasi tetap terjaga.

Mereka menilai bahwa LPM Honai seharusnya menjadi fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan dinamika kehidupan kampus melalui karya jurnalistik yang profesional.

Dalam konteks yang lebih luas, LPM Honai juga memiliki peran dalam mendorong budaya literasi, berpikir kritis, serta kebebasan akademik di lingkungan kampus.

Selain itu, LPM Honai juga bertujuan untuk mencetak kader jurnalis muda yang memiliki integritas, kritis, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Hingga berita ini disusun, pihak Ketua LPM Honai UNAMIN belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas penilaian yang disampaikan mahasiswa. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait ingin memberikan penjelasan.

Kevakuman yang terjadi di LPM Honai UNAMIN ini menjadi perhatian serius bagi mahasiswa, mengingat organisasi ini memiliki peran penting dalam pengembangan jurnalisme kampus. Mahasiswa berharap kepengurusan dapat segera melakukan pembenahan agar LPM Honai dapat kembali berfungsi optimal sebagai wadah pembinaan dan pengembangan jurnalisme mahasiswa.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei