Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Pelatihan Pembukuan UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Papua Pegunungan

Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi pembukuan bagi pelaku usaha mikro dan kecil digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Rabu (1/6/26)

Pelatihan Pembukuan UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Papua Pegunungan
Pelatihan Pembukuan UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Papua Pegunungan

WAMENA - .

Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah memperkuat kemampuan manajemen keuangan UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan berkontribusi pada perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, SH., M.Si, menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha memiliki semangat berwirausaha namun masih lemah dalam pengelolaan keuangan.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar pencatatan, pengelolaan arus kas, hingga perencanaan usaha agar tidak hanya membuka usaha, tetapi juga mampu mempertahankannya secara berkelanjutan.

Menurut Alpius, pemerintah berkewajiban mendorong masyarakat agar hidup mandiri melalui usaha yang terkelola dengan baik.

" Ia menambahkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan akan tetap dipantau dan dibimbing agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Selain itu, ia mengungkapkan rencana pembentukan Koperasi Papua Pegunungan yang akan menampung hasil bumi lokal seperti kopi, sayur mayur, dan telur dari peternak setempat untuk memperkuat rantai pemasaran produk daerah,"katanya.

Dalam penjelasannya, Alpius menyebut bahwa koperasi tersebut juga akan membantu peternak telur yang selama ini kesulitan memasarkan produk. Hasil kebun seperti wortel, kentang, kol, dan bunga kol akan dikirim ke Biak sesuai permintaan pasar. Langkah ini diharapkan menjadi solusi bagi pelaku usaha lokal yang membutuhkan akses pasar lebih luas dan stabil.

Narasumber pelatihan, Samuel Pigai, menekankan pentingnya pengelolaan produk unggulan daerah sebagai fondasi pengembangan UMKM.

Ia membagi peserta dalam kelompok sesuai potensi lokal dan memberikan materi tentang cara memulai usaha, mengelola produksi, memasarkan produk, hingga melakukan pembukuan yang benar. Produk seperti keripik ubi, tepung ubi, noken, dan hasil olahan lokal lainnya disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi brand daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Samuel juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM, terutama dalam hal branding dan kemasan produk. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas seperti alat cetak kemasan agar kualitas produk tetap terjaga. Selain itu, pendataan UMKM yang akurat dinilai penting untuk memetakan kebutuhan dan merancang program pengembangan yang tepat sasaran.

Ketua panitia kegiatan, Agudina Wanimbo, menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan peserta yang mengikuti pelatihan selama tiga hari, 1–3 Juli 2025. Ia menyebut bahwa jumlah peserta melebihi kuota karena tingginya antusiasme masyarakat.

Meski demikian, seluruh peserta tetap dilibatkan karena pelatihan ini dianggap sangat penting bagi penguatan usaha kecil dan menengah di Papua Pegunungan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi Papua Pegunungan melalui penguatan UMKM. Dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, dukungan fasilitas, serta pembentukan koperasi yang menampung hasil produksi lokal, diharapkan UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua.(*)

Penulis: Akia Wenda

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei