SMP Negeri 1 Tigi Timur Sukses Gelar MPLS 2026
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari, sejak 13 hingga 16 Juli 2026. Sebanyak 43 peserta didik baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan memahami budaya belajar di tingkat SMP.
| SMP Negeri 1 Tigi Timur Sukses Gelar MPLS 2026 |
DEIYAI - Pelaksanaan MPLS tahun ini menjadi momentum penting bagi sekolah yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter. Kepala Sekolah Melkiana Adii, S.E., Gr. membuka kegiatan pada hari pertama dengan penyampaian materi mengenai tata tertib sekolah, hak dan kewajiban peserta didik, serta penanaman nilai-nilai kedisiplinan. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi Timur.
Melkiana Adii menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses pembinaan awal bagi siswa baru.
“Kami ingin memastikan setiap peserta didik memahami aturan, menghargai proses belajar, dan siap mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun non-akademik di sekolah,” ujarnya dalam sesi pembukaan.
Pada hari kedua, Kepala Sekolah kembali memandu materi mengenai tujuan dan maksud pelaksanaan MPLS. Materi ini menekankan pentingnya kesiapan mental dan sosial siswa dalam memasuki jenjang pendidikan baru. Penjelasan tersebut membantu peserta didik memahami bahwa MPLS merupakan ruang pembelajaran awal untuk membangun kebiasaan positif dan mengenal budaya sekolah.
Memasuki hari ketiga, guru Noberta Takimai memberikan materi pengenalan Lima Sila yang disampaikan melalui metode kerja kelompok. Ia menuturkan bahwa pendekatan kolaboratif dipilih agar siswa dapat belajar nilai-nilai Pancasila secara lebih menyenangkan dan interaktif.
“Kami ingin siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna setiap sila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Noberta.
Pada hari keempat, guru Mesak Madai membuka kegiatan dengan pemaparan sejarah SMP Negeri 1 Tigi Timur serta pengenalan struktur guru. Materi ini bertujuan memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan siswa terhadap sekolah. Mesak menekankan bahwa memahami sejarah sekolah membantu siswa menghargai perjuangan pendidik dan menjaga nama baik lembaga pendidikan tersebut.
Acara puncak MPLS ditandai dengan pengukuhan simbolis 43 siswa baru. Satu siswa dipilih untuk melepas seragam merah putih dan mengenakan seragam putih biru sebagai simbol resmi menjadi bagian dari SMP Negeri 1 Tigi Timur. Prosesi ini disambut hangat oleh seluruh peserta dan guru sebagai tanda dimulainya perjalanan pendidikan baru bagi para siswa.
Kegiatan MPLS ditutup dengan pembacaan Sumpah Janji Siswa, doa bersama, serta ucapan terima kasih dari Kepala Sekolah kepada seluruh guru dan peserta didik. Penyelenggaraan MPLS tahun 2026 ini menjadi bukti komitmen SMP Negeri 1 Tigi Timur dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Penulis: Jeri P. Degei
Posting Komentar