Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Solidaritas Mahasiswa Indonesia Tolak DOB, Tambang, dan Militer di Paniai

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia (SMI-KP) menyuarakan penolakan terhadap tiga agenda besar yang dinilai mengancam masa depan masyarakat Kabupaten Paniai, Papua. Penolakan ini disampaikan dalam Seminar Nasional yang diadakan di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Solidaritas Mahasiswa Indonesia Tolak DOB, Tambang, dan Militer di Paniai
Solidaritas Mahasiswa Indonesia Tolak DOB, Tambang, dan Militer di Paniai. (Foto. Jeri Degei/Samenage Times)

JAKARTA - Tiga tuntutan utama SMI-KP adalah penolakan terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB), investasi PT Minerba, dan pengiriman militer organik dan non-organik di Kabupaten Paniai. Aspirasi ini disampaikan langsung kepada Ibu Eka Kristina Yeimo, S.Pd., M.Si., Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, dan Bapak Paul Fincen Mayor, S.IP., CM., NNLP, Pengamat Politik Papua.

Dalam seminar bertema "Dampak Komprehensif Eksplorasi dan Eksploitasi PT Tambang Minerba, Pengiriman Militer Organik & Non-Organik, dan Wacana Pemekaran DOB di Kabupaten Paniai", SMI-KP menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan pelanggaran HAM di Tanah Paniai.

"Kami mahasiswa Paniai yang belajar di berbagai daerah di Indonesia merasa bertanggung jawab menyuarakan keresahan masyarakat di kampung," ujar perwakilan SMI-KP.

"Negara harus hadir melindungi rakyat, bukan menambah masalah baru."

Perwakilan SMI-KP menjelaskan bahwa penolakan terhadap DOB didasari oleh kekhawatiran akan pecahnya konflik sosial dan politik di wilayah tersebut. Sementara itu, investasi PT Minerba dianggap akan merusak lingkungan dan mengancam mata pencaharian masyarakat lokal.

"Kami khawatir dengan masuknya investasi tambang, lahan-lahan masyarakat akan tergusur dan lingkungan akan rusak," tambah perwakilan SMI-KP.

"Selain itu, peningkatan kehadiran militer organik dan non-organik juga dapat memicu ketegangan dan pelanggaran HAM."

Ibu Eka Kristina Yeimo, sebagai Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, menyambut baik aspirasi SMI-KP.

"Saya akan meneruskan aspirasi ini ke tingkat pusat dan mengawal agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah," ujarnya.

Bapak Paul Fincen Mayor, sebagai Pengamat Politik Papua, juga memberikan dukungan terhadap perjuangan SMI-KP.

"Perjuangan mahasiswa Paniai ini adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan wilayah mereka," katanya. "Pemerintah harus mendengar dan merespons aspirasi ini dengan serius."

SMI-KP berharap aspirasi mereka dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat Paniai, baik di daerah maupun di perantauan, untuk bersatu menolak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Latar belakang penolakan ini tidak lepas dari sejarah panjang konflik dan pelanggaran HAM di Papua. Kabupaten Paniai sendiri pernah menjadi saksi bisu Tragedi Paniai pada 2014, di mana empat siswa SMA tewas dalam aksi unjuk rasa. Peristiwa ini menjadi contoh betapa rapuhnya situasi keamanan dan HAM di wilayah tersebut.

Selain itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian utama. Kabupaten Paniai dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati yang kaya, namun eksploitasi sumber daya alam tanpa pengawasan yang ketat dapat merusak ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal.

Dengan menyuarakan penolakan terhadap DOB, investasi tambang, dan peningkatan kehadiran militer, SMI-KP berupaya melindungi hak-hak masyarakat Paniai dan menjaga kelestarian lingkungan. Perjuangan mereka menjadi cerminan aspirasi generasi muda Papua yang peduli terhadap masa depan wilayah mereka.

Penulis: Jeri Degei

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei