Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

KNPB Yahukimo Serukan Aksi Damai 15 Agustus 2026, Tuntut Tinjauan Ulang New York

Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW.KNPB) Yahukimo menyerukan aksi damai pada 15 Agustus 2026 di halaman kantor KNPB wilayah Yahukimo. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap perjanjian New York Agreement yang dianggap merugikan rakyat Papua. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP.KNPB), Agus Kosay, menegaskan bahwa perjanjian tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan orang asli Papua.

KNPB Yahukimo Serukan Aksi Damai 15 Agustus 2026, Tuntut Tinjauan Ulang New York
KNPB Yahukimo Serukan Aksi Damai 15 Agustus 2026, Tuntut Tinjauan Ulang New York Agreement

YAHUKIMO - Perjanjian New York Agreement yang ditandatangani pada 1962 antara pemerintah Kolonial Belanda, Indonesia, dan Amerika Serikat, telah menjadi akar konflik di Papua. Sinduk Kobak, Wakil BPW.KNPB Yahukimo, menjelaskan bahwa keputusan ini telah menghancurkan masa depan manusia dan bangsa Papua, menyebabkan skalasi konflik politik ideologi yang semakin meluas.

Akibat konflik tersebut, sejumlah wilayah di Papua, termasuk Yahukimo, menjadi sasaran operasi TNI-POLRI. Warga sipil menjadi korban, dengan banyak yang ditembak, ditangkap, atau terpaksa mengungsi ke hutan. KNPB membuka diri untuk menjadi mediator bagi rakyat Papua yang menjadi korban kekerasan selama 64 tahun pendudukan Indonesia di Papua Barat.

KNPB menilai bahwa perjanjian New York Agreement dan keberadaan Indonesia di Papua adalah ilegal. Mereka menuntut Belanda, Amerika, Indonesia, dan PBB untuk meninjau kembali hasil perjanjian sepihak tersebut. Aksi damai 15 Agustus 2026 bertujuan untuk menyuarakan tuntutan ini dan meminta gencatan senjata antara TPNPB dan TNI-POLRI.

BPW.KNPB Yahukimo mengundang seluruh rakyat Yahukimo, termasuk penduduk imigran dan orang asli Papua yang menjadi korban konflik, untuk berpartisipasi dalam aksi damai. Mereka menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung secara tertib, tanpa membawa alat tajam, alkohol, atau atribut kebangsaan Papua seperti bendera bintang fajar.

Selama aksi, peserta diwajibkan mengikuti arahan keamanan dari KNPB dan tidak mengganggu alur lalu lintas maupun fasilitas umum. Seruan ini dikeluarkan dengan penuh rasa tanggung jawab, dan KNPB mengharapkan kerja sama dari semua pihak untuk memastikan aksi damai berjalan lancar.

Aksi damai ini merupakan bagian dari perjuangan rakyat Papua untuk menuntut keadilan dan hak-hak mereka yang terabaikan selama puluhan tahun. KNPB berharap bahwa melalui aksi ini, suara rakyat Papua dapat didengar dan menjadi perhatian dunia internasional.

Dengan semangat perdamaian dan demokrasi, BPW.KNPB Yahukimo mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan aksi damai 15 Agustus 2026, sebagai langkah konkret dalam upaya mencari solusi atas konflik berkepanjangan di Tanah Papua.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei