Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

PKB Minta Kemendagri Evaluasi Keaktifan Anggota MRP Papua Pegunungan Ismail Asso

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Pegunungan, Asis Lani, meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan perhatian serius terhadap keaktifan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan, Ismail Asso, menyusul dinamika laporan yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan APBD Papua Pegunungan.

PKB Minta Kemendagri Evaluasi Keaktifan Anggota MRP Papua Pegunungan Ismail Asso
PKB Minta Kemendagri Evaluasi Keaktifan Anggota MRP Papua Pegunungan Ismail Asso

WAMENA - Asis menegaskan bahwa setiap anggota MRP wajib menjaga etika kelembagaan, bekerja melalui mandat resmi, serta mempertanggungjawabkan tugasnya kepada masyarakat. Ia menilai posisi Ismail Asso sebagai anggota MRP membuat setiap tindakan publik harus jelas apakah merupakan sikap pribadi atau sikap resmi lembaga.

“Yang perlu dipahami, beliau bukan hanya warga biasa atau aktivis lapangan. Beliau adalah anggota MRP Papua Pegunungan. Maka setiap langkah publik harus jelas, apakah itu sikap pribadi atau sikap resmi lembaga,” ujar Asis Lani menegaskan.

Menurutnya, MRP adalah lembaga representasi kultural Orang Asli Papua yang dibentuk berdasarkan kekhususan Papua sehingga setiap anggota wajib hadir bersama rakyat dan menjaga martabat lembaga.

Asis menyoroti informasi yang berkembang bahwa Ismail Asso diduga tidak aktif menjalankan fungsi representasi selama lebih dari dua tahun. Ia menilai isu tersebut harus diklarifikasi secara resmi agar tidak menimbulkan penilaian negatif di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat Papua Pegunungan berhak mengetahui apa saja tugas yang telah dijalankan dan sejauh mana aspirasi rakyat diserap oleh anggota MRP.

“Kalau benar tidak aktif selama dua tahun lebih, maka ini serius. Rakyat Papua Pegunungan berhak tahu apa saja tugas yang sudah dijalankan, berapa kali turun menyerap aspirasi, dan apa hasil kerja sebagai anggota MRP,” kata Asis. Ia menambahkan bahwa kritik terhadap pemerintah sah dalam demokrasi, tetapi harus disertai data, etika, dan keteladanan dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Terkait pernyataan Inspektur Inspektorat Papua Pegunungan, Yakobus Way, yang menyebut laporan terhadap Gubernur John Tabo masih bersifat dugaan dan belum terbukti secara hukum, Asis menilai klarifikasi tersebut wajar. Ia menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta semua pihak tidak membangun opini publik yang mendahului proses hukum.

Asis meminta Kemendagri mendorong pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap anggota MRP Papua Pegunungan, termasuk posisi Ismail Asso. Ia menilai evaluasi internal juga perlu dilakukan oleh pimpinan MRP untuk memastikan kehadiran, pelaksanaan tugas, penggunaan nama lembaga, serta pertanggungjawaban anggota kepada masyarakat.

“MRP harus dijaga sebagai lembaga terhormat. Jangan sampai lembaga representasi kultural Orang Asli Papua berubah menjadi panggung aktivisme pribadi,” tegas Asis.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Papua Pegunungan membutuhkan wakil rakyat kultural yang hadir, bekerja, mendengar, dan mempertanggungjawabkan mandatnya secara nyata kepada masyarakat.(*)

Cari Blog Ini

Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai

Dekai, 9 Juni 2026, Taman Doa Mato Pay, Dekai, menjadi saksi momen istimewa saat tokoh-tokoh gereja Katolik dan pemerintah provinsi Papua berkunjung pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan taman, tetapi juga membawa pesan penting tentang kolaborasi dan peran pemuda dalam pembangunan. Kunjungan Tokoh Gereja Katolik ke Taman Doa Mato Pay, Dekai YAHUKIMO - Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 11.30 WIT, tokoh-tokoh gereja Katolik, termasuk Dr. Blasius W. Sejati, MM, dan Rudolf Rumbino, ST, MT, didampingi oleh Obeth Hugi, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Yahukimo. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. "Pemuda adalah ujung tombak kabupaten ini, generasi kedepan yang akan menentukan masa depan bangsa dan tanah air," ujar Dr. Blasius W. Sejati, MM, dalam pesan yang d...

Di Balik Kabut Samenage, Pendidikan Masih Menunggu

Langkah-langkah kecil yang membawa harapan. Pemuda Distrik Samenage, Aten Momiage S.Pd SAMENAGE - Harapan yang bernama pendidikan; sebuah pelita yang selama ini terasa begitu jauh di cakrawala. Di sini, anak-anak tumbuh berdampingan dengan alam, berlari bebas di atas tanah yang subur, menatap langit luas dengan mata yang berbinar. Namun, tidak semua sempat menyentuh lembar demi lembar ilmu pengetahuan. Hari berganti minggu, minggu beranjak menjadi tahun. Ruang-ruang belajar tetap membisu, setia menanti kehadiran suara seorang guru. Buku-buku menjadi barang langka yang dirindukan, dan cita-cita perlahan memudar karena kesempatan tak kunjung tiba. Akibatnya, sebagian generasi memilih untuk menikah di usia belia. Bukan karena mereka telah berhenti bermimpi, melainkan karena waktu terus berpacu, sementara pendidikan seolah tertinggal jauh di belakang. Api harapan yang dahulu menyala, kini perlahan redup ditelan keadaan. Siapa yang harus disal...

Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III

NABIRE, SAMENAGE TIMES -  Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Tengah hari ini menyampaikan aspirasi masyarakat Papua Tengah secara resmi kepada Fraksi Partai NasDem DPR RI di Jakarta, Nabire 04 Juni 2026 Wakil Ketua I DPR Papua Tengah Sampaikan Aspirasi ke Fraksi NasDem DPR RI, Minta RDP di Komisi I dan III Diben Elaby Menyampaikan Aspirasi tersebut diminta untuk diperjuangkan di Komisi I dan Komisi III DPR RI yang membidangi pemerintahan, hukum, keamanan, dan penegakan hukum. “Kami berharap Komisi I dan Komisi III berkenan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat/RDP bersama kami,"tandasnya Elaby" Lanjut Ini penting agar suara dan kebutuhan riil masyarakat Papua Tengah bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar Wakil Ketua I DPR Papua Tengah. Penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR Provinsi sebagai jembatan antara rakyat Papua Tengah dengan pemerintah pusat,"tutup".(*) Penulis: Jeri P. Degei