Sosialisasi Yahukimo Cerdas sebagai Proyek Perubahan Kolaborasi Kepemimpinannya
Kepala Dinas Pendidikan Akso Balingga melaksanakan Sosialisasi Yahukimo cerdas sebagai Proyek Perubahan kolaborasi Kepemimpinan Lintas Sektor untuk mengatasi Kekosongan Guru di distrik Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
| Suasana Pemberian Sosialasi dan foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Akso Balingga Peserta PKN bersama Asisten, Keamanan, OPD, Kepala Distrik, Kepala Suku setelah sosialisasi- Doc/ Piter Lokon |
YAHUKIMO - Sosialisasi Proyek Yahukimo Cerdas dalam Rangkah tugas PKN, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Yahukimo, Akso Balingga, S.Pd itu juga melibatkan Pemimpin lintas sektor. Yang menjadi Mentor adalah Pemerintah kabupaten Yahukimo Bupati dan Asisten 1 kabupaten Yahukimo Suhayatno. dalam Sosialiasi itu juga hadir Asisten II Bongga Sumule, Asisten III, Kapolres Yahukimo diwakili Kasat Intelkam Polres Yahukimo, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kependudukan, BAPERIDA, Kepala BPKAD, Kepala Distrik Dekai Kurima Mugi, Kepala Sekolah, Kepala Suku, Pendeta dari Tokoh Gereja.
Saat berikan Sosialisasi itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo Akso Balingga menyampaikan terima kasih kepada semua stakeholder yang hari ini terlibat, dan dalam rangka PKN Pendidikan Kepemimpinan Tingkat Nasional.
Ia menambahkan Pimpinan yang ada dari TNI Polri, OPD-OPD yang berkaitan langsung: kepala suku, tokoh gereja, kepala sekolah, camat, desa, semua kami libatkan. Kalau dulu itu kita kerja sendiri-sendiri, sekarang itu namanya kerja berkolaborasi.
Kami melalui program Bapak Bupati Yahukimo untuk bagaimana kami yang sudah Eselon 2 (Dua) ini mengikuti pendidikan. Sehingga kami ikut Pendidikan Kepemimpinan Nasional tingkat 2 di BKPSDM Sulawesi Utara, dan kami didapatkan tugas untuk buat salah satu proyek perubahan.
"Kita sebagai pimpinan di OPD dinamakan sebagai proyek leader, sehingga kami sudah diberikan tugas selama kurang lebih 2 bulan ini pulang ke daerah kami masing-masing untuk bagaimana mensosialisasikan gagasan, ide-ide yang baru yang akan menjadi terobosan baru di dalam program pelayanan kepada masyarakat. Khususnya di Dinas Pendidikan ini, dinas yang langsung pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini dunia pendidikan. Sehingga saya ambil tema Yahukimo Cerdas: kolaborasi kepemimpinan adaptif lintas sektor untuk mengatasi kekosongan guru di daerah-daerah yang kategori 3T. Kita Yahukimo itu Daerah 3T: terpencil, terdepan, terluar," kata Akso Balingga saat Pemaparan Materi Sosialisasi Yahukimo Cerdas, Kamis (1/10/2026) Di Aula Kantor Bupati Yahukimo saat memeberikan Sosialisasi.
Ia Menjelaskan Kalau terdepan itu daerah perbatasan, seperti Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang, dan Merauke, perbatasan langsung dengan negara lain. Kalau terluar itu daerah kepulauan. Dan kami, Kabupaten Yahukimo, ini masuk dalam kategori terpencil karena daerah yang ada gunung-gunung, ada lereng-lereng, daerah yang tidak ada transportasi darat dan sungai yang sulit dijangkau.
"Dan hampir semua sekolah, dengan kejadian, mungkin semua sudah tahu bahwa dengan gangguan keamanan ini, hampir semua sekolah tidak jalan. Karena gangguan keamanan, dengan faktor kondisi geografis yang sangat sulit ini, membuat sekolah tidak jalan. Maka Kami ada ide, kami ada gagasan. Dalam rangka itu, hari ini kami ada pertemuan dengan topik yang saya ambil," Terang Balingga.
Selama ini kami Dinas Pendidikan atau pemerintah jalan sendiri, saya ambil satu tema, topik: bagaimana kita kolaborasi semua instansi, semua lembaga yang ada. Baik gereja, baik pemerintah, baik tokoh-tokoh, kepala distrik, kepala suku, masyarakat setempat. Kita kolaborasi semua untuk bangun pendidikan ini seperti apa.
Sehingga untuk jangka pendek pertama ini, karena pesawat tidak pergi ke daerah yang jauh, terutama seperti daerah Kimyal, daerah Mek, Ngalik yang jauh ini tidak jalan. Sehingga kami nanti program ke tahap menengah.
"Sekolah-sekolah yang bisa dijangkau dengan pesawat dan darat, seperti Dekai ibu kota, dan daerah yang pinggiran yang bisa pakai mobil kita jalan. Dan juga seperti di Kurima, Mugi, Yogosem, Distrik Uka, Distrik Tangma, bahkan sampai Werima pun, di mana mobil sudah masuk, itu sekolah harus jalan. Guru harus ke sana melayani. Bukan karena alasan itu, guru tetap ada di zona nyaman. Tidak boleh. Jadi program ini kami prioritaskan, kami rencanakan supaya sekolah minimal kegiatan belajar-mengajar di setiap satuan pendidikan atas pengawasan lintas Sektor," tegasnya.
Goal yang kami mau capai itu semua, karena Undang-Undang Dasar sudah menjamin mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga tugas kami untuk melaksanakan bagian ini, sehingga semua elemen masyarakat di daerah yang terpencil sekalipun berhak untuk mendapatkan pendidikan.
"Sehingga ini strategi yang kami lakukan: merangkul semua tokoh, semua stakeholder, semua kepemimpinan yang ada, terutama juga dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Kepegawaian, Badan Kepegawaian, Dinas Kependudukan, Infokom. Itu bagian dari kami. Baperida dan Keuangan ini bagian dari kami untuk bagaimana kami kolaborasikan, kami kerja sama. Tapi tidak terlepas juga sebagai camat, kami libatkan camat sebagai kepala wilayah, kepala daerah di situ yang bisa mengontrol. Bukan hanya sekolah, tapi puskesmas, pelayanan-pelayanan pemerintah, karena dia perpanjangan tangan bupati atau pemerintah kabupaten di tingkat kecamatan. Sehingga kita pastikan bahwa di kecamatan itu, contohnya di Hitugi, SD Impres Hitugi, Distrik Mugi, itu kita pastikan harus jalan dengan semua memenuhi standar nasional. Gurunya, tenaga pendidiknya, sarana prasarananya, manajemen kependidikannya bisa berjalan dengan baik. Dalam rangka itu, saya ambil satu tema, topik besar bahwa kolaborasi kepemimpinan lintas sektor. Begitu," ujar Balingga
Juga kami melibatkan pihak keamanan, karena sekarang berkaitan dengan gangguan keamanan ini, sehingga Bapak Dandim, Bapak Kapolres, kami minta saran juga dengan mereka ketika kami mau melakukan. Yang prioritas program, prioritas sekarang itu ada di SD Negeri Moroku, SD Inpres Hitugi, dan juga SD Inpres Kurima. SD Inpres Kurima.
Sementara itu Suhayatno, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Yahukimo mengatakan pertemuan ini adalah merupakan perwujudan dari kebijakan besar Pak Bupati, di mana Pak Bupati kepingin pimpinan OPD, kepala-kepala dinas, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi, itu menjadi lebih cerdas.
" Saya katakan, sekarang sudah cerdas, tapi Pak Bupati kepingin lebih cerdas lagi. Supaya apa? Supaya ujung-ujungnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Intinya itu. Nah, langkah yang diambil Pak Bupati adalah mengirim Bapak-Ibu sebagai peserta PKN atau peserta Diklat itu ke luar daerah. Dalam hal ini adalah ke Manado, yang sekarang ini adalah ke Manado, yaitu ikut PKN Pendidikan Kepemimpinan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat 2, yaitu di Manado. Nah, di sana Bapak-Ibu yang ada di sini itu belajar, diajari bagaimana supaya bidang yang Bapak geluti itu bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk yang lain. Begitu. Nah, ini adalah buah pelajaran yang sekarang ada di depan kita. Ini momen seperti ini adalah buah dari pelajaran yang didapat dari Diklat di Manado." Kata Asisten I Setda.
Dukungan terhadap proyek dan sosialisasi Kepala Dinas Pendidikan itu datang dari Pemerintah asisten, Kepala OPD, Kepala Distrik, Kepala Sekolag, Kepala Kampung, Kepala Suku,Tokoh Masyarakat dan Pihak Keamanan TNI Polri. Karena proyek yang diambil Akso Balingga itu dinilai Efektif dan memudahkan kerja kolaborasi.(*)
Reporter: Piter Lokon
Posting Komentar